cara-memperbanyak-bunga-krisan
Tips

Cara Memperbanyak Bunga Krisan

Bunga krisan atau jika di Indonesia ini lebih dikenal juga dengan bunga seruni. Bunga ini memiliki bentuk yang cantik dengan varietas warna-warna yang tentunya sedap dipandang setiap pasang mata.

Bunga krisan ini merupakan salah satu bunga yang menjadi favorit di kalangan para pencinta bunga. Bunga ini pun juga termasuk bunga yang mudah untuk di budidayakan.

Jadi, para pencinta bunga ataupun ibu-ibu yang ingin menghiasi halaman rumahnya dengan kecantikan yang dipancarkan bunga ini tak perlu merasa kecewa jika tidak dapat membudidayakan bunga krisan ini.

Ataupun bagi Anda sekalian yang telah memiliki bunga ini namun hanya sedikit jumlahnya dan ingin memperbanyak bunga krisan di rumah Anda. Maka Anda bisa memperbanyaknya dengan cara berikut ini.

Cara memperbanyak bunga krisan antara lain :

1. Pembibitan

  • Ambillah bibit krisan induk yang sehat, tumbuh dengan sempurna serta bebas dari berbagai hama maupun penyakit.

Pembibitan bunga Krisan dapat dilakukan dengan 3 cara antara lain :

  • Cara yang pertama adalah berasal dari anakan.
  • Cara yang kedua adalah dengan cara setek daun, yaitu dengan cara memotong tunas pucuknya sepanjang 5 centi meter dengan diameter pangkal 3 sampai 5 mili meter pada tanaman induk yang telah memiliki setidaknya 3 helai daun dewasa. Tunas pucuk yang dipotong tersebut selanjutnya disemaikan.
  • Cara yang ketiga yaitu dengan menggunakan kultur jaringan, caranya yaitu dengan mengambil mata tunas menggunakan cutter atau silet kemudian menanamnya pada media penyemaian.
  • Penyemaian bunga Krisan dapat dilakukan dengan 2 cara antara lain:
    1. Cara penyemaian bunga krisan yang pertama adalah dengan menempatkannya pada bak berdiameter 80 centimeter dan kedalaman 25 centimeter. Bak diberi lubang untuk keperluan drainase, kemudian diisi dengan pasir steril. Selanjutnya, setek pucuk daun dapat disemaikan dengan jarak antar tanaman 3cm X 3cm dengan kedalaman 1-2 cm.
    2. Cara penyemaian bunga krisan yang kedua adalah penyemaian kultur jaringan, untuk penyemaian kultur jaringan dilakukan di dalam botol. Apabila telah tumbuh dengan sempurna selanjutnya pindahkan ke media penyemaian.
  • Selama penyemaian, lakukan secara rutin penyiraman dengan sprayer 2 sampai 3 kali sehari, semprot dengan pestisida jika tanaman terserang hama.
  • Bibit hasil persemaian dapat dipindahkan ke media tanam pada umur 10 sampai 14 hari untuk bibit stek pucuk daun, dan untuk bibit dari kultur jaringan pada saat bibit tersebut setinggi 7,5 sampai 10 centi meter dan sudah memiliki daun sejumlah 5 sampai 7 helai.

2. Media Tanam

  • Buatlah bedengan dengan menggemburkan tanah sedalam 30 centimeter dan biarkanlah selama 15 hari. Lakukanlah hal yang sama setelah 15 hari sembari dengan membersihkan gulma dan membuat bedengan selebar 100 sampai 120 centi meter dan tinggi 20 sampai 30 centi meter dan panjang disesuaikan dengan lahan. Perkirakan jarak antara bedengan yang satu dengan yang lain sekitar 30 sampai 40 centi meter.
  • Jika pH tanah lebih dari 5,5 maka lakukanlah pengapuran dengan menggunakan kapur pertanian, seperti kalsit, dolomite atau zeagro. Pengapuran dilakukan dengan cara menyebarkannya secara merata di atas permukaan bedengan.

3. Penanaman

  • Buatlah lubang tanam dengan cara ditugal sedalam 4 sampai 5 centimeter dengan jarak lubang tanam 10cm X 10cm.
  • Berikanlah pupuk dasar pada media tanam berupa Furadan 3G yang dimasukkan ke dalam lubang sebanyak 6-10 butir untuk setiap lubang, serta campuran ZA 75 gram, TSP 75 gram dan KCl 25 gram untuk setiap meter2 luas tanam. Campuran ketiga pupuk tersebut selanjutnya diaduk dengan tanah hingga tercampur rata.
  • Tutuplah lubang dengan tanah yang bercampur ketiga pupuk tersebut sedalam 2-3 cm atau hingga Furadan 3G tertutup rata dengan tanah.
  • Masukanlah bibit satu persatu ke dalam lubang tanam, tutupi dengan tanah dan padatkan secara pelan-pelan.
  • Berilah naungan sementara dengan sungkup plastik transparan dan siram dengan air secukupnya.

4. Pemanenan

  • Pemanenan bunga krisan dilakukan ketika sudah berumur 3 sampai 4 bulan setelah masa tanam.
  • Jika bunga tersebut dijual sebagai tanaman hias maka penjualannya harus disertai pot atau poly bag beserta media tanamnya.
  • Pemanenan dapat pula dilakukan dengan hanya memetik bunganya untuk dipakai sebagai bahan pembuat karangan bunga.
  • Jika hanya diambil bunganya, lakukan pemanenan saat bunga masih setengah mekar atau sekitar 3-4 hari sebelum bunga mekar penuh. Cara memanen dilakukan dengan memotong tangkai bunga sepanjang 60-80 cm menggunakan gunting steril.

Sebelum melakukan pembudidayaan bunga krisan, yang harus Anda perhatikan ialah tempat penanaman harus berada di daerah tropis. Bunga krisan ini sangat menyukai tempat dengan suhu 20 sampai 26 derajat celcius.

Sekian ulasan tentang cara memperbanyak bunga krisan. Selamat mencoba dan semoga berjalan dengan lancar.

 

sumber: florist malang